Minggu, 20 November 2016

Peluang Usaha



Pengertian Peluang Usaha
Peluang usaha terdiri dari dua kata yaitu " peluang " dan " usaha ". Peluang yang dalam bahasa Inggris di sebut dengan opportunity memiliki arti sesuai dengan KBBI adalah kesempatan. Secara sederhana peluang di artikan sebagai kesempatan muncul atau terjadi pada satu peristiwa. Sementara itu, usaha memiliki pengertian berbagai daya untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Sehingga secara terminologis pengertian peluang usaha adalah kesempatan yang dapat dimanfaatkan seseorang untuk mendapatkan apa yang di inginkannya ( keuntungan - kekayaan - uang ) dengan memanfaatkan berbagai faktor baik faktor eksternal maupun internal.

Peluang usaha ialah kesempatan yang ada untuk bisa dimanfaatkan dalam memperoleh sebuah keuntungan bagi seorang wirausaha/wirausahawan. Banyak peluang yang disia-siakan sehingga berlalu begitu saja karena tidak semua orang dapat melihat peluang dan yang melihatpun belum tentu berani memanfaatkan peluang tersebut. Hanya wirausahawan yang dapat berpikir kreatif serta berani mengambil risiko itulah yang dengan tanggap dan cepat memanfaatkan peluang.


Mengidentifikasi Peluang Usaha

Cara mengidentifikasi peluang usaha dapat dilakukan dengan mengamati bidang hasil usaha pokok, yaitu :
  1. Segmentasi pasar
  2. Posisi produk
  3. Sumber daya manusia
  4. Keuangan
  5. Tanggung jawab sosial
  6. Pengembangan usaha

Dengan kata lain, mengidentifikasi peluang usaha dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Berpikir positif setiap ide-ide baru yang datang dalam dunia bisnis.
  2. Manerima saran-saran orang lain demi perkembangan bisnis.
  3. Mempunyai konsep ATM (amati, tiru, modifikasi).

 Risiko usaha

Sebenarnya yang dimaksud dengan risiko adalah sesuatu kemungkinan kejadian yang merugikan. Ada tiga unsur penting dari sesuatu yang dianggap risiko yaitu sebagai berikut:
  1. Merupakan suatu kejadian
  2. Kejadian tersebut masih merupakan kemungkinan, jadi bisa saja terjadi bisa tidak terjadi.
  3. Jika sampai terjadi, akan menimbulkan kerugian.

B. Sumber informasi peluang usaha

Persyaratan sumber informasi peluang usaha

Persyaratan sumber informasi peluang usaha antara lain :
  1. Datanya harus lengkap
  2. Dapat di percaya dan masih berlaku
Perolehan sumber informasi peluang usaha

Sumber informasi peluang usaha dapat diperoleh dari :
  1. Bagian pemasaran dan penjualan
  2. Kedudukan perusahaan di pasar
  3. Bagian pembukuan
  4. Hasil penelitian pasar
  5. Konsumen/pembeli/pelanggan dan distributor
  6. Hasil penelitian pemasaran
  7. Para pesaing
  8. Wilayah niaga
  9. Media massa, dll
C. Mengembangkan ide dan peluang usaha

Pengembangan ide harus dilakukan secara terus-menerus agar wirausahawan dapat memenangkan persaingan yang makin tajam. Adapaun macam-macam ide yang perlu dikembangkan adalah :
  1. Ide dalam pembuatan produk atau jasa yang diminati konsumen,
  2. Ide dalam pembuatan produk atau jasa yang dapat memenangkan persaingan,
  3. Ide dalam pembuatan dan pendayagunaan sumber-sumber produk,
  4. Ide yang dapat mencegah kebosanan konsumen didalam penggunaan produk, dan
  5. Ide dalam pembuatan desain, model, corak, warna, produk atau jasa yang disenangi konsumen.
Setelah mengidentifikasi peluang usaha, seorang wirausahawan memilih jenis usaha, proses pemilihan ini terdiri dari tahap melalui penyaringan yang makin lama makin sempit. Untuk itu diperlukan pertimbangan yang mendalam, biasanya disebut evaluasi dengan kriteria yang telah dikembangkan sesuai kebutuhan. Adapaun faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangan adalah sebagai berikut :
  1. Faktor keuntungan
  2. Faktor penguasaan teknis
  3. Faktor pemasaran
  4. Faktor bahan baku
  5. Faktor tenaga kerja
  6. Faktor modal
  7. Faktor risiko
  8. Faktor persaingan
  9. Faktor fasilitas dan kemudahan
  10. Faktor manajemen
Jika seorang wirausaha sudah memetapkan jenis usaha sesuai dengan yang diinginkan dan sudah melalui berbagai macam pertimbangan, maka tugas yang perlu diperhatikan oleh seorang wirausahawan adalah :
  1. Jenis usaha yang sesuai hasrat dan minat,
  2. Jenis usaha yang benar-benar akan membawa suatu keuntungan,
  3. Jenis usaha yang mudah mengurus dan mengerjakannya,
  4. Jenis usaha yang mudah pemeliharaannya,
  5. Jenis usaha yang produknya disenangi dan dibutuhkan konsumen,
  6. Jenis usaha yang bahan bakunya mudah didapat, dan
  7. Jenis usaha yang mendapat dukungan serta perlindungan pemerintah.
D. Menganalisis kemungkinan keberhasilan dan kegagalan usaha

Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan usaha diantaranya sebagai berikut :
  1. Adanya perencanaan yang tepat dan matang serta dapat dilaksanakan dengan baik.
  2. Adanya visi, misi, dan dedikasi yang tinggi dalam usaha.
  3. Adanya komitmen tinggi dalam berusaha.
  4. Adanya SDM (sumber daya manusia) yang andal dan didukung teknologi yang tinggi.
  5. Adanya manajemen usaha yang baik.
  6. Adanya peningkatan permintaan barang dan jasa.
  7. Adanya dana yang cukup.
  8. Adanya keterampilan dan pengalaman dalam bidang uasaha.
  9. Adanya minat terhadap bidang usaha.
  10. Adanya kebutuhan konsumen yang terpuaskan.
  11. Adanya sarana dan prasarana penunjang usaha.
Seorang pelaku bisnis bisa gagal disebabkan oleh beberapa hal, antara lain sebagai berikut :
  1. Manajer yang tidak kompeten atau tidak berpengalaman
  2. Kurangnya perhatian dan kurang memberikan komitmen yang penuh kepada usahanya
  3. Lemahnya system control
  4. Kurangnya modal
  5. Kalah bersaing
Dalam menganalisis usaha ada beberapa hal, sebagai berikut :
1. Menganalisis peluang usaha berdasarkan produk
    a.  Klasifikasi jenis produk
  1. Produk primer
  2. Produk sekunder
  3. Produk tersier
    b. Tujuan diadakan analisis terhadap jenis produk
  1. Memenuhi keinginan dan minat konsumen terhadap kebutuhan jenis produk
  2. Memenangkan persaingan dalam pengembangan usaha
  3. Mendayagunakan sumber-sumber produksi
  4. Mencegah kebosanan konsumen / pembeli / pelanggan terhadap jenis produk
    c. Gagasan analisis terhadap produk yang dianggap paling penting
  1. Potensi terhadap permintaan produk
  2. Jumlah penjualan produk
  3. Jumlah pemasaran produk
  4. Kemampuan produk yang mendatangkan laba
2. Menganalisis bidang jasa

a. Pengertian jasa
Jasa adalah hasil dari kegiatan produksi yang tidak mempunyai wujud tertentu dan tidak mempunyai sifat-sifat fisik tertentu pula serta tidak terdapat tenggang waktu antara diproduksinya dan dikonsumsinya.

b. Jenis usaha jasa yang perlu dianalisis
Jenis usaha yang perlu dianalisis adalah usaha yang bergerak dalam kegiatan pelayanan atau penjual jasa, misalnya : perbankan, konsultan, biro usaha, pariwisata, penginapan, perbengkelan, pengangkutan, pergudangan, praktik dokter, restoran, salon kecantikan, dll.

c. Pertimbangan dan perhatian dalam menganalisis peluang usaha
        bidang jasa
Agar wirausahawan berhasil dalam menganalisis peluang usaha bidang jasa perlu mempertimbangkan dan memerhatikan hal-hal berikut :
Pengetahuan tentang selera dan minat calon konsumen dan jumlah pesaingnya
Mengetahui bidang jasa apa yang laku atau diminati konsumen
Menjaga hubungan yang serasi dan harmonis dengan penyuplai agar suplai barang lancar dan tepat waktu

 d. Kekuatan- kekuatan yang mengacu penawaran dan permintaan terhadap bidang jasa (James L. Hesketi)
  1. Konsumen semakin menghargai nilai dari waktu 
  2. Globalisasi dari pasar tenaga kerja
  3. Meningkatkan sistem terdistribusi yang didasarkan atas informasi bidang jasa
  4. Mengurangi hambatan perdagangan dan meningkatkan teknologi jasa
  5. Perkembangan pasar global
  6. Semakin banyak wanita yang bekerja di luar rumah
  7. Semakin banyak orang yang bekerja di rumah
3. Menganalisis peluang usaha berdasarkan minat dan daya beli konsumen

a. Pertimbangan menganalisis minat dan daya beli konsumen
Agar pelaksanaan penagnalisisan peluang usaha berjalan lancar, maka persyataran pembuatan produk atau jasa perlu mempertimbangkan hal-hal berikut :
  1. Membuat model kasar dari produk atau jasa yang diminati konsumen dan disesuaikan dengan daya belinya
  2. Menyusun daftar komponen produk atau jasa yang diminati konsumen baik jenisnya, jumlahnya maupun daya belinya
  3. Memanfaatkan tenaga pelaksana proses pembuatan produk atau jasa serta pengawasannya yang bertanggung jawab terhadap program perusahaannya
b. Perhatian dalam menganalisis minat dan daya beli konsumen
Dalam menganalisis peluang usahanya, wirausahawan harus memperhatikan hal-hal berikut :
  1. Membuat produk jasa yang berkualitas, bermanfaat, dan laku terjual sesuai dengan daya beli konsumen.
  2. Membuat atau mendesain produk atau jasa dengan bahan baru atau kombinasi yang diminati sesuai dengan daya beli konsumen.
  3. Membuat produk atau jasa lebih cepat, berfaedah, dan murah sesuai dengan daya belinya.
  4. Memelihara dan memperbaiki sarana kerja, tempat kerja, peralatan kerja, dsb.

Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Pentingnya informasi dalam peluang usaha :
a. Dapat mengiri dan materi informasi peluang usaha melalui berbagai media
b. Meningkatkan kerjasama para wirausahawan
c. Untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam menentukan peluang usaha
d. Membuka pemanfaatan peluang usaha yang ada
e. Menggali peluang usaha, menyusun konsep usaha dan menciptakan nilai tambah yang menguntungkan

• Hal yang perlu dicermati dalam mencari peluang usaha :
1. Informasi terhadap minat dan daya beli konsumen
2. Informasi Seluk beluk pemasaran produk/jasa
3. Informasi mengenai penjualan produk/jasa
4. Informasi mengenai produk/jasa
5. Informasi mengenai manajemen usaha
6. Informasi mengenai modal usaha
7. Informasi mengenai Tenaga kerja
8. Informasi mengenai perawatan peralatan
9. Informasi mengenai adaministrasi pembukuan
10. Informasi mengenai penelitian pengembangan

• Sumber Informasi Peluang usaha
a. Persyaratan sumber informasi peluang usaha, data informasi peluang usaha harus lengkap dipercaya dan harus berlaku
b. Perolehan sumber informasi peluang usaha
- Dari pemasaran dan penjualan - Dari pesaing
- Dari kedudukan perusahaan dipasar - Dari wilayah niaga
- Dari bagian pembukuan - Media masa
- Dari hasil penelitian pasar - Pemerintah
- Dari konsumen - Dan lain-lain
- Dari hasil penelitian pemasaran

• Ada 2 kelompok cara memperoleh sumber informasi peluang usaha :
a. Sumber informasi primer ( konsumen/pelanggan, pedagang, perantara, penjual enceran }
b. Sumber informasi sekunder ( catatan intern wirausahawa, pemerintah, data Biro Statistik, Kamar Dagang dan Industri/KADIN, media masa }

B. MENGIDENTIFIKASI PELUANG USAHA

• Mengidentifikasikan peluang usaha dapat dilakukan dengan cara
a. Belajar ilmu manajemen usaha
b. Meminta jasa konsultan manajemen
c. Memeinta jasa keluar dan kenalan yang pintar dalam usaha

Dengan adanya informasi wirausaha dapat mengetahui peluang, ancaman usaha,
kekuatan, kelemahan usaha (SWOT)

• Persyaratan utama untuk menggali peluang usaha untuk menggali peluang usaha :
a. Kerjasama e. Bekerja prestatif
b. Optimisme f. Mendenganrkan saran orang lain
c. Keterbukaan g. Mengakui kesalahan sendiri dan percaya diri
d. Kreatif

• Menurut Charlap 4 unsur yang harus dimiliki wirausahawan ;
a. Work Hard (kerja keras)
b. Work smart (kerja keras)
c. Enthusiasme(kegairahan)
d. Service(Pelayanan)

C. MENANGKAP PELUANG USAHA

Meningkanya muncul peluang usaha :
a. Meningkatnya system distribusi yang didasarkan atas informasi
b. Adanya deregulasi
c. Berkurangnya hambatan perdagangan
d. Meningkatknya teknologi informasi
e. Perkembangan pasar modal
f. Konsumen semakin menghargai nilai dan waktu

• Mengidentifikasi peta peluang usaha
Ada 2 komponen membuka peluang usaha:
1. Peluang usaha yang diharapkan
2. Peluang usaha yang tersedia

Menurut Howard H Stevenhenson 6 dimensi dalam identifikasi peta peluang usaha
Atau bisnis :
1. Orientasi strategi terhadap usahanya
2. Komitmen terhadap peluang usaha yang ada
3. Pengawasan terhadap sumber daya usaha
4. Melaksanakan konsep manajemen usaha
5. Adanya kebijaksn balas jasa

• Faktor-faktor Identifikasi peta peluang usaha
1. Adanya persaingan didunia kehidupan masyarakat
2. Adanya sumber daya alam
3. Adanya latihan /kursus
4. Adanya kebijakan pemerintah

D. ANALISIS PELUANG USAHA

1. Persiapan dan langkah-langkahnya:
Persiapan dalam melaksanankan analisis usaha :
a. Meneliti luas usaha yang dipilih
b. Bentuk usaha
c. Jenis usaha yang ditekuni
d. Mengenal informasi usaha yang diterima
e. Memiliki peta peluang usaha yang menguntungkan

Langkah-langkah peluang usaha :
a. Membuat sketsa bidang usaha yang ditekuni g. Menetapkan lokasi
b. Penyediaan modal h. Menetapkan metodelogi
c. Mengurus izin usaha i. Menetapkan teknologi usaha
d. Menyiapkan tenaga kerja j. Menetapkan manajemen
e. Menyiapkan sarana k. Mencari mitra usaha
f. Menyiapkan bahan baku

Menganalisis peluang usaha diawali melalui analisis SWOT :

S = Strenght (Kekuatan )
W = Weakness(Kelemahan)
O = Opportunity(Peluang)
T = Threat(Ancaman)

Proses analisis peluang usaha secara sistematis:
1. Menentukan tujuan usaha
2. Mengumpulkan fakta
3. Mengadakan analisis mengenai fakta-fakta,data-data informasi
4. Merumuskan secara tegas , tepat dan bertanggung jawab
5. Merumuskan berbagai alternative
6. Merumuskan rencana strategi
7. Merumuskan rencana taktis
8. menyusun anggaraan belanja


2. Menganalisis peluang usaha berdasarkan produk/jasa ;
a. Menganalisis bidang produk
Ada 3 kalsifikasi produk :
1. Produk primer (penggalian SDA)
2. Produk sekunder(Pengolahan /proses bahan baku)
3. Produk tersier (Peralatan dan Pelayanan Jasa )

Tujuan diadakan analisis terhadap jenis produk:
1. Memenuhi keinginan dn minat konsumen
2. Memenangkan persaingan
3. Meningkatkan jumlah penjualan
4. Mendayagunakan sumber-sumber produksi
5. Mencegah kebosanan konsumen

Menganalisis bidang jasa :
Jasa adalah hasil produksi yang tidak mempunyai bentuk.
Upaya dibidang usaha jasa dapat menarik konsumen ;
1. Memasang reklame/iklan yang mencolok dan menarik
2. Memasang lampu yang terang dan menarik
3. Menyebar pamphlet
4. Mengadakan demonstrasi
5. Memberikan potongan harga

Hal yang harus dipertimbangkan wirausahawan agar berhasil dalam bidang jasa :
1. Pengetahuan tentang selera dan minat calon konsumen
2. Mengetahui bidang jasa yangm paling laku
3. Menjaga hubungan harmonis dengan pensuplai


E. KEMAMPUAN MENGAMBIL RESIKO DALAM PELUANG USAHA

Resiko usaha dapat diatasi dengan cara :
1. Keahlian mengambil resiko dalam usaha
2. Resiko diketahui sebelumnya
3. Resiko pertengahan usaha
4. Resiko inisiatif dalam usaha
5. Resiko di asuransikan
6. Resiko usaha yang tidak diasuransikan
7. Resiko dalam Persaingan
8. Resiko dalam keuangan usaha
9. Resiko dalam Pemasaran

Prosedur Menganalisis Resiko:
a. Tujuan dan sasaran usaha
b. Meneliti alternative resiko
c. Merencakan dan melaksanakan sebuah alternative
d. Taksiran risiko usaha
e. Mengumpulkan informasi usaha
f. Mengurangi resiko usaha

F. MENGEMBANGKAN IDE DAN PELUANG USAHA

1. Tujuan mengembangkan ide dan peluang usaha :

a. Ide dalam pembuatan produk atau jasa yang diminati konsumen
b. Ide dalam pembuatan produk/jasa dapat memenangkan persaingan
c. Ide dalam pembuatan dan mendayagunakan sumber produksi
d. Ide dapat mencegah kebosanan konsumen dalam pembelian dan penggunaan produk
e. Ide dalam Pembuatan desain

2. Langkah pengembangan ide dan peluang usaha :

I. Tetapkan dengan jelas pengembangan ide usaha
II. Tentukan tujuan khusus dalam pengembangan ide usaha
III. Berupaya supaya karyawan memahami setiap perkembangan ide
IV. Buat dan laksanakan system pencatatan prestasi pengembangan ide usaha
V. Memberikan penghargaan kepada karyawan agar prestasi perkembangan ide usaha menjadi obsesi
VI. Upaya agar para karyawan perusahaan

3. Contoh pengembangan ide dan peluang usaha :
a. Bidang usaha Perawatan computer
b. Bidang usaha pembekalan
c. Bidang usaha Promosi penjualan
d. Bidang usaha angkutan
e. Bidang usaha pelayanan SDM
f. Bidang usaha Cinderamata
g. Bidang usaha perkreditan
h. Bidang usaha olahan
i. Bidang usaha Rekruitmen
j. Bidang usaha tata boga
k. Dan bidang usaha lainnya

Banyak pengusaha yang mengawali usahanya dalam situasi yang serba sulit, kondisi yang tidak pasti dan akhirnya frustasi atau bahkan hanya menunggu dan tidak melakukan apapun. Meskipun memiliki uang yang cukup banyak sebagai modal awal usaha atau modal kerja, belum tentu bisa memberikan jaminan akan kesuksesan suatu usaha. Terlebih jika modal yang dimiliki pas-pasan, bahkan mungkin tidak punya modal sama sekali. Hal ini tentu akan membuat kondisi semakin sulit.
Kita tidak perlu harus membuat usaha yang terlalu muluk-muluk. Cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita. 

Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.

a.       Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku uang mudah didapat, mudah di jangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan.

b.      Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita tidak memiliki kekurangan tertentu.
c.       Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
d.      Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur.

Banyak cara untuk melihat peluang yan terjadi di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan misalnya :

a.       Mengenali kebutuhan pasar
b.      Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran.
c.       Memadukan bisnis-bisnis yang ada.
d.      Mengenali kecendrungan(tren) yang terjadi.
e.   Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
f.        Menggunakan asumsi-asumsi yang baru )tidak baku.

Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat antara lain :

1.       Tentukan tujuan besar yang hendak dicapai
2.       Buat daftar ide usaha
3.       Nilai kemampuan pribadi
4.       Pilih kriteria
5.       Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
6.       Nilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang melalui riset.
7.       Tetapkan pilihan.

Cara Memulai Bisnis
Cara-cara yang dapat di lakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukanya sendiri maupun bersama teman-teman, adalah sebagai berikut :

1.       Memulai bisnis baru
Terdapat tiga bentuk usaha yang bisa dirintis oleh anda :
a.   Perusahaan milik sendiri, yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan di kelola sendiri.
b.   Persekutuan (parthership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.
c.  Perusahan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas berdasarkan badan usaha dengan modal berupa saham.

2.       Membeli bisnis yang sudah ada
3.       Mengembangkan bisnis yang sudah ada
4.       Memilih usaha franchise
Dibawah ini kiat memilih bisnis waralaba :
1.       Kumpulkan seluruh informasi mengenai bisnis waralaba yang ada saat ini.
2.       Pilihlah jenis usaha waralaba yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan terbukti sukses dimana-mana.
3.       Sebaiknya memilih bisnis waralaba disesuaikan dengan kemampuan keuangan, minat, dan bakat.
4.       Pastikan proses usaha waralaba tersebut dapat dialihkan dengan baik kepada terwaralaba.
5.       Jangan cepat percaya dengan angka-angka keuangan yang disodorkan oleh perwaralaba.
6.       Lakukan pengamatan dan penyelidikan di lapangan terhadap gerai-gerai yang akan menjadi pilihan kita.
7.       Bagi para peminat waralaba yang bermodal terbatas, sekarang banyak waralaba lokal yang masih berskala kecil atau bahkan belum menerapkan system waralaba.
8.       Bagi kita yang jeli dan memiliki naluri bisnis tajam, sebenarnya banyak potensi usaha yang dapat dikembangkan secara waralaba.

Bidang Usaha dan Jenis-Jenis Badan Usaha
Beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula wirausahawan baru adalah :

1.       Usaha dibidang makanan atau kuliner.
2.       Usaha pakaian atau perhiasan.
3.       Usaha yang terkait dengan tempat tinggal.
4.       Usaha pendidikan
5.       Usaha yang terkait dengan rekreasi.
6.       Usaha pendukung atau usaha yang mempermudah orang lain menjalankan usaha.
Jenis usaha yang dapat dimasuki oleh para wirausahawan :
1.       Pertanian
2.       Pertambangan
3.       Pabrikasi
4.       Konstruksi
5.       Perdagangan
6.       Jasa keungan
7.       Jasa perorangan
8.       Jasa pendidikan
9.       Jasa transportasi
10.   Jasa pariwisata

Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mendirikan organisasi bisnis adalah :

1.       Kebutuhan modal
2.       Risiko
3.       Pengawasan
4.       Kemampuan manajerial
5.       Kebutuhan waktu
6.       Pajak

Di bawah ini beberapa bentuk badan hukum usaha Indonesia dan beberapa pertimbangan untuk dapat memilih salah satu diantaranya yang paling cepat :
 1.       Perusahaan perseorangan
Adalah merupakan perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang saja.  bentuk usaha ini memiliki karakteristik tertentu, seperti modal yang kecil, jumlah tenaga kerja yang sedikit, terbatasnya keanekaragaman produk dan jasa yang dihasilkan, dan penggunaan teknologi yang masih sederhana.
 2.       Persekutuan
Merupakan bentuk legal suatu bisnis yang dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bisnis. Pembentukan persekutuan ini biasanya berdasarkan kontrak tertulis atau kesepakatan yang legal. Dalam persekutuan terdapat dua macam kategori, yaitu sekutu umum dan sekutu terbatas.
a.       Sekutu umum : yaitu sekutu yang terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha sehingga memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas kewajiban usaha.
b.      Sekutu terbatas : yaitu pihak partner tidak terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha.
Pesekutuan (firma) : merupakan persekutuan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan satu bisnis. Pembentukan firma mengakibatkan tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas.
Persekutuan komanditer (CV) : merupakan suatu persekutuan antara dua orang atau lebih yan memiliki tujuan bersama mendirikan usaha. Keanggotaannya terbagi menjadi dua pihak yang memiliki tanggung jawab berbeda karena tingkat keterlibatan dalam pengelolaan berbeda.
Persekutuan lainnya,
Usaha patungan ( join venture) : merupakan suatu kerja sama antara perusahaan untuk saling memperkuat satu sama lain antara perusahaan yang melakukan kerja sam tersebut.
Sindikat: merupaka kerja sama antara dua unit usaha untuk mencapai tujuan tertentu secara  spesifik.
Kartel: merupakan persekutuan perusahaan-perusahaan dibawah suatu perjanjian untuk mencapai tujuan tertentu.
Holding company: terjadi apabila suatu perusahaan dalam kondisi yang baik secara financial kemudian membeli saham-saham dari perusahaan lain.
 3.       Perseroan
Perseroan atau korporasi adalah suatu organisasi bisnis yang berbentuk badan usaha hukum, dimana tanggung jawab dan kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya.
 4.       Koperasi
Koperasi merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social,beranggotakan orang-orang atau badan hukum, sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan. 

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates