Pengertian
Peluang Usaha
Peluang usaha terdiri dari dua kata
yaitu " peluang " dan " usaha ". Peluang yang dalam bahasa
Inggris di sebut dengan opportunity memiliki arti sesuai dengan KBBI adalah
kesempatan. Secara sederhana peluang di artikan sebagai kesempatan muncul atau
terjadi pada satu peristiwa. Sementara itu, usaha memiliki pengertian berbagai
daya untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Sehingga secara terminologis
pengertian peluang usaha adalah kesempatan yang dapat dimanfaatkan seseorang
untuk mendapatkan apa yang di inginkannya ( keuntungan - kekayaan - uang )
dengan memanfaatkan berbagai faktor baik faktor eksternal maupun internal.
Peluang usaha ialah kesempatan yang ada untuk bisa
dimanfaatkan dalam memperoleh sebuah keuntungan bagi seorang
wirausaha/wirausahawan. Banyak peluang yang disia-siakan sehingga berlalu begitu
saja karena tidak semua orang dapat melihat peluang dan yang melihatpun belum
tentu berani memanfaatkan peluang tersebut. Hanya wirausahawan yang dapat
berpikir kreatif serta berani mengambil risiko itulah yang dengan tanggap dan
cepat memanfaatkan peluang.
Mengidentifikasi Peluang Usaha
Mengidentifikasi Peluang Usaha
Cara mengidentifikasi peluang usaha dapat dilakukan dengan mengamati bidang hasil usaha pokok, yaitu :
- Segmentasi pasar
- Posisi produk
- Sumber daya manusia
- Keuangan
- Tanggung jawab sosial
- Pengembangan usaha
Dengan kata lain, mengidentifikasi peluang usaha dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
- Berpikir positif setiap ide-ide baru yang datang dalam dunia bisnis.
- Manerima saran-saran orang lain demi perkembangan bisnis.
- Mempunyai konsep ATM (amati, tiru, modifikasi).
Sebenarnya yang dimaksud dengan risiko adalah sesuatu
kemungkinan kejadian yang merugikan. Ada tiga unsur penting dari sesuatu yang
dianggap risiko yaitu sebagai berikut:
- Merupakan suatu kejadian
- Kejadian tersebut masih merupakan kemungkinan, jadi bisa saja terjadi bisa tidak terjadi.
- Jika sampai terjadi, akan menimbulkan kerugian.
B. Sumber informasi peluang usaha
Persyaratan sumber informasi peluang
usaha
Persyaratan sumber informasi peluang usaha antara lain :
- Datanya harus lengkap
- Dapat di percaya dan masih berlaku
Perolehan sumber informasi peluang
usaha
Sumber informasi peluang usaha dapat diperoleh dari :
- Bagian pemasaran dan penjualan
- Kedudukan perusahaan di pasar
- Bagian pembukuan
- Hasil penelitian pasar
- Konsumen/pembeli/pelanggan dan distributor
- Hasil penelitian pemasaran
- Para pesaing
- Wilayah niaga
- Media massa, dll
C. Mengembangkan ide dan peluang
usaha
Pengembangan ide harus dilakukan secara terus-menerus agar
wirausahawan dapat memenangkan persaingan yang makin tajam. Adapaun macam-macam
ide yang perlu dikembangkan adalah :
- Ide dalam pembuatan produk atau jasa yang diminati konsumen,
- Ide dalam pembuatan produk atau jasa yang dapat memenangkan persaingan,
- Ide dalam pembuatan dan pendayagunaan sumber-sumber produk,
- Ide yang dapat mencegah kebosanan konsumen didalam penggunaan produk, dan
- Ide dalam pembuatan desain, model, corak, warna, produk atau jasa yang disenangi konsumen.
Setelah mengidentifikasi peluang usaha, seorang wirausahawan
memilih jenis usaha, proses pemilihan ini terdiri dari tahap melalui
penyaringan yang makin lama makin sempit. Untuk itu diperlukan pertimbangan
yang mendalam, biasanya disebut evaluasi dengan kriteria yang telah
dikembangkan sesuai kebutuhan. Adapaun faktor-faktor yang menjadi dasar
pertimbangan adalah sebagai berikut :
- Faktor keuntungan
- Faktor penguasaan teknis
- Faktor pemasaran
- Faktor bahan baku
- Faktor tenaga kerja
- Faktor modal
- Faktor risiko
- Faktor persaingan
- Faktor fasilitas dan kemudahan
- Faktor manajemen
Jika seorang wirausaha sudah memetapkan jenis usaha sesuai
dengan yang diinginkan dan sudah melalui berbagai macam pertimbangan, maka
tugas yang perlu diperhatikan oleh seorang wirausahawan adalah :
- Jenis usaha yang sesuai hasrat dan minat,
- Jenis usaha yang benar-benar akan membawa suatu keuntungan,
- Jenis usaha yang mudah mengurus dan mengerjakannya,
- Jenis usaha yang mudah pemeliharaannya,
- Jenis usaha yang produknya disenangi dan dibutuhkan konsumen,
- Jenis usaha yang bahan bakunya mudah didapat, dan
- Jenis usaha yang mendapat dukungan serta perlindungan pemerintah.
D. Menganalisis kemungkinan
keberhasilan dan kegagalan usaha
Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan usaha diantaranya
sebagai berikut :
- Adanya perencanaan yang tepat dan matang serta dapat dilaksanakan dengan baik.
- Adanya visi, misi, dan dedikasi yang tinggi dalam usaha.
- Adanya komitmen tinggi dalam berusaha.
- Adanya SDM (sumber daya manusia) yang andal dan didukung teknologi yang tinggi.
- Adanya manajemen usaha yang baik.
- Adanya peningkatan permintaan barang dan jasa.
- Adanya dana yang cukup.
- Adanya keterampilan dan pengalaman dalam bidang uasaha.
- Adanya minat terhadap bidang usaha.
- Adanya kebutuhan konsumen yang terpuaskan.
- Adanya sarana dan prasarana penunjang usaha.
Seorang pelaku bisnis bisa gagal disebabkan oleh beberapa
hal, antara lain sebagai berikut :
- Manajer yang tidak kompeten atau tidak berpengalaman
- Kurangnya perhatian dan kurang memberikan komitmen yang penuh kepada usahanya
- Lemahnya system control
- Kurangnya modal
- Kalah bersaing
Dalam menganalisis usaha ada beberapa hal, sebagai berikut :
1. Menganalisis peluang usaha berdasarkan produk
a. Klasifikasi jenis produk
- Produk primer
- Produk sekunder
- Produk tersier
b. Tujuan diadakan analisis terhadap jenis
produk
- Memenuhi keinginan dan minat konsumen terhadap kebutuhan jenis produk
- Memenangkan persaingan dalam pengembangan usaha
- Mendayagunakan sumber-sumber produksi
- Mencegah kebosanan konsumen / pembeli / pelanggan terhadap jenis produk
c. Gagasan analisis terhadap produk yang
dianggap paling penting
- Potensi terhadap permintaan produk
- Jumlah penjualan produk
- Jumlah pemasaran produk
- Kemampuan produk yang mendatangkan laba
2. Menganalisis bidang jasa
a. Pengertian jasa
Jasa adalah hasil dari kegiatan produksi yang tidak
mempunyai wujud tertentu dan tidak mempunyai sifat-sifat fisik tertentu pula
serta tidak terdapat tenggang waktu antara diproduksinya dan dikonsumsinya.
b. Jenis usaha jasa yang perlu dianalisis
Jenis usaha yang perlu dianalisis adalah usaha yang bergerak
dalam kegiatan pelayanan atau penjual jasa, misalnya : perbankan, konsultan,
biro usaha, pariwisata, penginapan, perbengkelan, pengangkutan, pergudangan,
praktik dokter, restoran, salon kecantikan, dll.
c. Pertimbangan dan perhatian dalam menganalisis peluang
usaha
bidang jasa
Agar wirausahawan berhasil dalam menganalisis peluang usaha
bidang jasa perlu mempertimbangkan dan memerhatikan hal-hal berikut :
Pengetahuan tentang selera dan minat calon konsumen dan
jumlah pesaingnya
Mengetahui bidang jasa apa yang laku atau diminati konsumen
Menjaga hubungan yang serasi dan harmonis dengan penyuplai
agar suplai barang lancar dan tepat waktu
d. Kekuatan- kekuatan yang mengacu penawaran dan
permintaan terhadap bidang jasa (James L. Hesketi)
- Konsumen semakin menghargai nilai dari waktu
- Globalisasi dari pasar tenaga kerja
- Meningkatkan sistem terdistribusi yang didasarkan atas informasi bidang jasa
- Mengurangi hambatan perdagangan dan meningkatkan teknologi jasa
- Perkembangan pasar global
- Semakin banyak wanita yang bekerja di luar rumah
- Semakin banyak orang yang bekerja di rumah
3. Menganalisis peluang usaha berdasarkan minat dan daya
beli konsumen
a. Pertimbangan menganalisis minat dan daya beli konsumen
Agar pelaksanaan penagnalisisan peluang usaha berjalan
lancar, maka persyataran pembuatan produk atau jasa perlu mempertimbangkan
hal-hal berikut :
- Membuat model kasar dari produk atau jasa yang diminati konsumen dan disesuaikan dengan daya belinya
- Menyusun daftar komponen produk atau jasa yang diminati konsumen baik jenisnya, jumlahnya maupun daya belinya
- Memanfaatkan tenaga pelaksana proses pembuatan produk atau jasa serta pengawasannya yang bertanggung jawab terhadap program perusahaannya
b. Perhatian dalam menganalisis minat dan daya beli konsumen
Dalam menganalisis peluang usahanya, wirausahawan harus
memperhatikan hal-hal berikut :
- Membuat produk jasa yang berkualitas, bermanfaat, dan laku terjual sesuai dengan daya beli konsumen.
- Membuat atau mendesain produk atau jasa dengan bahan baru atau kombinasi yang diminati sesuai dengan daya beli konsumen.
- Membuat produk atau jasa lebih cepat, berfaedah, dan murah sesuai dengan daya belinya.
- Memelihara dan memperbaiki sarana kerja, tempat kerja, peralatan kerja, dsb.
Mengenali
Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Pentingnya informasi dalam peluang usaha :
a. Dapat mengiri dan materi informasi peluang usaha melalui berbagai media
b. Meningkatkan kerjasama para wirausahawan
c. Untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam menentukan peluang usaha
d. Membuka pemanfaatan peluang usaha yang ada
e. Menggali peluang usaha, menyusun konsep usaha dan menciptakan nilai tambah yang menguntungkan
• Hal yang perlu dicermati dalam mencari peluang usaha :
1. Informasi terhadap minat dan daya beli konsumen
2. Informasi Seluk beluk pemasaran produk/jasa
3. Informasi mengenai penjualan produk/jasa
4. Informasi mengenai produk/jasa
5. Informasi mengenai manajemen usaha
6. Informasi mengenai modal usaha
7. Informasi mengenai Tenaga kerja
8. Informasi mengenai perawatan peralatan
9. Informasi mengenai adaministrasi pembukuan
10. Informasi mengenai penelitian pengembangan
• Sumber Informasi Peluang usaha
a. Persyaratan sumber informasi peluang usaha, data informasi peluang usaha harus lengkap dipercaya dan harus berlaku
b. Perolehan sumber informasi peluang usaha
- Dari pemasaran dan penjualan - Dari pesaing
- Dari kedudukan perusahaan dipasar - Dari wilayah niaga
- Dari bagian pembukuan - Media masa
- Dari hasil penelitian pasar - Pemerintah
- Dari konsumen - Dan lain-lain
- Dari hasil penelitian pemasaran
• Ada 2 kelompok cara memperoleh sumber informasi peluang usaha :
a. Sumber informasi primer ( konsumen/pelanggan, pedagang, perantara, penjual enceran }
b. Sumber informasi sekunder ( catatan intern wirausahawa, pemerintah, data Biro Statistik, Kamar Dagang dan Industri/KADIN, media masa }
B. MENGIDENTIFIKASI PELUANG USAHA
• Mengidentifikasikan peluang usaha dapat dilakukan dengan cara
a. Belajar ilmu manajemen usaha
b. Meminta jasa konsultan manajemen
c. Memeinta jasa keluar dan kenalan yang pintar dalam usaha
Dengan adanya informasi wirausaha dapat mengetahui peluang, ancaman usaha,
kekuatan, kelemahan usaha (SWOT)
• Persyaratan utama untuk menggali peluang usaha untuk menggali peluang usaha :
a. Kerjasama e. Bekerja prestatif
b. Optimisme f. Mendenganrkan saran orang lain
c. Keterbukaan g. Mengakui kesalahan sendiri dan percaya diri
d. Kreatif
• Menurut Charlap 4 unsur yang harus dimiliki wirausahawan ;
a. Work Hard (kerja keras)
b. Work smart (kerja keras)
c. Enthusiasme(kegairahan)
d. Service(Pelayanan)
C. MENANGKAP PELUANG USAHA
Meningkanya muncul peluang usaha :
a. Meningkatnya system distribusi yang didasarkan atas informasi
b. Adanya deregulasi
c. Berkurangnya hambatan perdagangan
d. Meningkatknya teknologi informasi
e. Perkembangan pasar modal
f. Konsumen semakin menghargai nilai dan waktu
• Mengidentifikasi peta peluang usaha
Ada 2 komponen membuka peluang usaha:
1. Peluang usaha yang diharapkan
2. Peluang usaha yang tersedia
Menurut Howard H Stevenhenson 6 dimensi dalam identifikasi peta peluang usaha
Atau bisnis :
1. Orientasi strategi terhadap usahanya
2. Komitmen terhadap peluang usaha yang ada
3. Pengawasan terhadap sumber daya usaha
4. Melaksanakan konsep manajemen usaha
5. Adanya kebijaksn balas jasa
• Faktor-faktor Identifikasi peta peluang usaha
1. Adanya persaingan didunia kehidupan masyarakat
2. Adanya sumber daya alam
3. Adanya latihan /kursus
4. Adanya kebijakan pemerintah
D. ANALISIS PELUANG USAHA
1. Persiapan dan langkah-langkahnya:
Persiapan dalam melaksanankan analisis usaha :
a. Meneliti luas usaha yang dipilih
b. Bentuk usaha
c. Jenis usaha yang ditekuni
d. Mengenal informasi usaha yang diterima
e. Memiliki peta peluang usaha yang menguntungkan
Langkah-langkah peluang usaha :
a. Membuat sketsa bidang usaha yang ditekuni g. Menetapkan lokasi
b. Penyediaan modal h. Menetapkan metodelogi
c. Mengurus izin usaha i. Menetapkan teknologi usaha
d. Menyiapkan tenaga kerja j. Menetapkan manajemen
e. Menyiapkan sarana k. Mencari mitra usaha
f. Menyiapkan bahan baku
Menganalisis peluang usaha diawali melalui analisis SWOT :
S = Strenght (Kekuatan )
W = Weakness(Kelemahan)
O = Opportunity(Peluang)
T = Threat(Ancaman)
Proses analisis peluang usaha secara sistematis:
1. Menentukan tujuan usaha
2. Mengumpulkan fakta
3. Mengadakan analisis mengenai fakta-fakta,data-data informasi
4. Merumuskan secara tegas , tepat dan bertanggung jawab
5. Merumuskan berbagai alternative
6. Merumuskan rencana strategi
7. Merumuskan rencana taktis
8. menyusun anggaraan belanja
2. Menganalisis peluang usaha berdasarkan produk/jasa ;
a. Menganalisis bidang produk
Ada 3 kalsifikasi produk :
1. Produk primer (penggalian SDA)
2. Produk sekunder(Pengolahan /proses bahan baku)
3. Produk tersier (Peralatan dan Pelayanan Jasa )
Tujuan diadakan analisis terhadap jenis produk:
1. Memenuhi keinginan dn minat konsumen
2. Memenangkan persaingan
3. Meningkatkan jumlah penjualan
4. Mendayagunakan sumber-sumber produksi
5. Mencegah kebosanan konsumen
Menganalisis bidang jasa :
Jasa adalah hasil produksi yang tidak mempunyai bentuk.
Upaya dibidang usaha jasa dapat menarik konsumen ;
1. Memasang reklame/iklan yang mencolok dan menarik
2. Memasang lampu yang terang dan menarik
3. Menyebar pamphlet
4. Mengadakan demonstrasi
5. Memberikan potongan harga
Hal yang harus dipertimbangkan wirausahawan agar berhasil dalam bidang jasa :
1. Pengetahuan tentang selera dan minat calon konsumen
2. Mengetahui bidang jasa yangm paling laku
3. Menjaga hubungan harmonis dengan pensuplai
E. KEMAMPUAN MENGAMBIL RESIKO DALAM PELUANG USAHA
Resiko usaha dapat diatasi dengan cara :
1. Keahlian mengambil resiko dalam usaha
2. Resiko diketahui sebelumnya
3. Resiko pertengahan usaha
4. Resiko inisiatif dalam usaha
5. Resiko di asuransikan
6. Resiko usaha yang tidak diasuransikan
7. Resiko dalam Persaingan
8. Resiko dalam keuangan usaha
9. Resiko dalam Pemasaran
Prosedur Menganalisis Resiko:
a. Tujuan dan sasaran usaha
b. Meneliti alternative resiko
c. Merencakan dan melaksanakan sebuah alternative
d. Taksiran risiko usaha
e. Mengumpulkan informasi usaha
f. Mengurangi resiko usaha
F. MENGEMBANGKAN IDE DAN PELUANG USAHA
1. Tujuan mengembangkan ide dan peluang usaha :
a. Ide dalam pembuatan produk atau jasa yang diminati konsumen
b. Ide dalam pembuatan produk/jasa dapat memenangkan persaingan
c. Ide dalam pembuatan dan mendayagunakan sumber produksi
d. Ide dapat mencegah kebosanan konsumen dalam pembelian dan penggunaan produk
e. Ide dalam Pembuatan desain
2. Langkah pengembangan ide dan peluang usaha :
I. Tetapkan dengan jelas pengembangan ide usaha
II. Tentukan tujuan khusus dalam pengembangan ide usaha
III. Berupaya supaya karyawan memahami setiap perkembangan ide
IV. Buat dan laksanakan system pencatatan prestasi pengembangan ide usaha
V. Memberikan penghargaan kepada karyawan agar prestasi perkembangan ide usaha menjadi obsesi
VI. Upaya agar para karyawan perusahaan
3. Contoh pengembangan ide dan peluang usaha :
a. Bidang usaha Perawatan computer
b. Bidang usaha pembekalan
c. Bidang usaha Promosi penjualan
d. Bidang usaha angkutan
e. Bidang usaha pelayanan SDM
f. Bidang usaha Cinderamata
g. Bidang usaha perkreditan
h. Bidang usaha olahan
i. Bidang usaha Rekruitmen
j. Bidang usaha tata boga
k. Dan bidang usaha lainnya
a. Dapat mengiri dan materi informasi peluang usaha melalui berbagai media
b. Meningkatkan kerjasama para wirausahawan
c. Untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam menentukan peluang usaha
d. Membuka pemanfaatan peluang usaha yang ada
e. Menggali peluang usaha, menyusun konsep usaha dan menciptakan nilai tambah yang menguntungkan
• Hal yang perlu dicermati dalam mencari peluang usaha :
1. Informasi terhadap minat dan daya beli konsumen
2. Informasi Seluk beluk pemasaran produk/jasa
3. Informasi mengenai penjualan produk/jasa
4. Informasi mengenai produk/jasa
5. Informasi mengenai manajemen usaha
6. Informasi mengenai modal usaha
7. Informasi mengenai Tenaga kerja
8. Informasi mengenai perawatan peralatan
9. Informasi mengenai adaministrasi pembukuan
10. Informasi mengenai penelitian pengembangan
• Sumber Informasi Peluang usaha
a. Persyaratan sumber informasi peluang usaha, data informasi peluang usaha harus lengkap dipercaya dan harus berlaku
b. Perolehan sumber informasi peluang usaha
- Dari pemasaran dan penjualan - Dari pesaing
- Dari kedudukan perusahaan dipasar - Dari wilayah niaga
- Dari bagian pembukuan - Media masa
- Dari hasil penelitian pasar - Pemerintah
- Dari konsumen - Dan lain-lain
- Dari hasil penelitian pemasaran
• Ada 2 kelompok cara memperoleh sumber informasi peluang usaha :
a. Sumber informasi primer ( konsumen/pelanggan, pedagang, perantara, penjual enceran }
b. Sumber informasi sekunder ( catatan intern wirausahawa, pemerintah, data Biro Statistik, Kamar Dagang dan Industri/KADIN, media masa }
B. MENGIDENTIFIKASI PELUANG USAHA
• Mengidentifikasikan peluang usaha dapat dilakukan dengan cara
a. Belajar ilmu manajemen usaha
b. Meminta jasa konsultan manajemen
c. Memeinta jasa keluar dan kenalan yang pintar dalam usaha
Dengan adanya informasi wirausaha dapat mengetahui peluang, ancaman usaha,
kekuatan, kelemahan usaha (SWOT)
• Persyaratan utama untuk menggali peluang usaha untuk menggali peluang usaha :
a. Kerjasama e. Bekerja prestatif
b. Optimisme f. Mendenganrkan saran orang lain
c. Keterbukaan g. Mengakui kesalahan sendiri dan percaya diri
d. Kreatif
• Menurut Charlap 4 unsur yang harus dimiliki wirausahawan ;
a. Work Hard (kerja keras)
b. Work smart (kerja keras)
c. Enthusiasme(kegairahan)
d. Service(Pelayanan)
C. MENANGKAP PELUANG USAHA
Meningkanya muncul peluang usaha :
a. Meningkatnya system distribusi yang didasarkan atas informasi
b. Adanya deregulasi
c. Berkurangnya hambatan perdagangan
d. Meningkatknya teknologi informasi
e. Perkembangan pasar modal
f. Konsumen semakin menghargai nilai dan waktu
• Mengidentifikasi peta peluang usaha
Ada 2 komponen membuka peluang usaha:
1. Peluang usaha yang diharapkan
2. Peluang usaha yang tersedia
Menurut Howard H Stevenhenson 6 dimensi dalam identifikasi peta peluang usaha
Atau bisnis :
1. Orientasi strategi terhadap usahanya
2. Komitmen terhadap peluang usaha yang ada
3. Pengawasan terhadap sumber daya usaha
4. Melaksanakan konsep manajemen usaha
5. Adanya kebijaksn balas jasa
• Faktor-faktor Identifikasi peta peluang usaha
1. Adanya persaingan didunia kehidupan masyarakat
2. Adanya sumber daya alam
3. Adanya latihan /kursus
4. Adanya kebijakan pemerintah
D. ANALISIS PELUANG USAHA
1. Persiapan dan langkah-langkahnya:
Persiapan dalam melaksanankan analisis usaha :
a. Meneliti luas usaha yang dipilih
b. Bentuk usaha
c. Jenis usaha yang ditekuni
d. Mengenal informasi usaha yang diterima
e. Memiliki peta peluang usaha yang menguntungkan
Langkah-langkah peluang usaha :
a. Membuat sketsa bidang usaha yang ditekuni g. Menetapkan lokasi
b. Penyediaan modal h. Menetapkan metodelogi
c. Mengurus izin usaha i. Menetapkan teknologi usaha
d. Menyiapkan tenaga kerja j. Menetapkan manajemen
e. Menyiapkan sarana k. Mencari mitra usaha
f. Menyiapkan bahan baku
Menganalisis peluang usaha diawali melalui analisis SWOT :
S = Strenght (Kekuatan )
W = Weakness(Kelemahan)
O = Opportunity(Peluang)
T = Threat(Ancaman)
Proses analisis peluang usaha secara sistematis:
1. Menentukan tujuan usaha
2. Mengumpulkan fakta
3. Mengadakan analisis mengenai fakta-fakta,data-data informasi
4. Merumuskan secara tegas , tepat dan bertanggung jawab
5. Merumuskan berbagai alternative
6. Merumuskan rencana strategi
7. Merumuskan rencana taktis
8. menyusun anggaraan belanja
2. Menganalisis peluang usaha berdasarkan produk/jasa ;
a. Menganalisis bidang produk
Ada 3 kalsifikasi produk :
1. Produk primer (penggalian SDA)
2. Produk sekunder(Pengolahan /proses bahan baku)
3. Produk tersier (Peralatan dan Pelayanan Jasa )
Tujuan diadakan analisis terhadap jenis produk:
1. Memenuhi keinginan dn minat konsumen
2. Memenangkan persaingan
3. Meningkatkan jumlah penjualan
4. Mendayagunakan sumber-sumber produksi
5. Mencegah kebosanan konsumen
Menganalisis bidang jasa :
Jasa adalah hasil produksi yang tidak mempunyai bentuk.
Upaya dibidang usaha jasa dapat menarik konsumen ;
1. Memasang reklame/iklan yang mencolok dan menarik
2. Memasang lampu yang terang dan menarik
3. Menyebar pamphlet
4. Mengadakan demonstrasi
5. Memberikan potongan harga
Hal yang harus dipertimbangkan wirausahawan agar berhasil dalam bidang jasa :
1. Pengetahuan tentang selera dan minat calon konsumen
2. Mengetahui bidang jasa yangm paling laku
3. Menjaga hubungan harmonis dengan pensuplai
E. KEMAMPUAN MENGAMBIL RESIKO DALAM PELUANG USAHA
Resiko usaha dapat diatasi dengan cara :
1. Keahlian mengambil resiko dalam usaha
2. Resiko diketahui sebelumnya
3. Resiko pertengahan usaha
4. Resiko inisiatif dalam usaha
5. Resiko di asuransikan
6. Resiko usaha yang tidak diasuransikan
7. Resiko dalam Persaingan
8. Resiko dalam keuangan usaha
9. Resiko dalam Pemasaran
Prosedur Menganalisis Resiko:
a. Tujuan dan sasaran usaha
b. Meneliti alternative resiko
c. Merencakan dan melaksanakan sebuah alternative
d. Taksiran risiko usaha
e. Mengumpulkan informasi usaha
f. Mengurangi resiko usaha
F. MENGEMBANGKAN IDE DAN PELUANG USAHA
1. Tujuan mengembangkan ide dan peluang usaha :
a. Ide dalam pembuatan produk atau jasa yang diminati konsumen
b. Ide dalam pembuatan produk/jasa dapat memenangkan persaingan
c. Ide dalam pembuatan dan mendayagunakan sumber produksi
d. Ide dapat mencegah kebosanan konsumen dalam pembelian dan penggunaan produk
e. Ide dalam Pembuatan desain
2. Langkah pengembangan ide dan peluang usaha :
I. Tetapkan dengan jelas pengembangan ide usaha
II. Tentukan tujuan khusus dalam pengembangan ide usaha
III. Berupaya supaya karyawan memahami setiap perkembangan ide
IV. Buat dan laksanakan system pencatatan prestasi pengembangan ide usaha
V. Memberikan penghargaan kepada karyawan agar prestasi perkembangan ide usaha menjadi obsesi
VI. Upaya agar para karyawan perusahaan
3. Contoh pengembangan ide dan peluang usaha :
a. Bidang usaha Perawatan computer
b. Bidang usaha pembekalan
c. Bidang usaha Promosi penjualan
d. Bidang usaha angkutan
e. Bidang usaha pelayanan SDM
f. Bidang usaha Cinderamata
g. Bidang usaha perkreditan
h. Bidang usaha olahan
i. Bidang usaha Rekruitmen
j. Bidang usaha tata boga
k. Dan bidang usaha lainnya
Banyak pengusaha yang mengawali
usahanya dalam situasi yang serba sulit, kondisi yang tidak pasti dan akhirnya
frustasi atau bahkan hanya menunggu dan tidak melakukan apapun. Meskipun
memiliki uang yang cukup banyak sebagai modal awal usaha atau modal kerja,
belum tentu bisa memberikan jaminan akan kesuksesan suatu usaha. Terlebih jika
modal yang dimiliki pas-pasan, bahkan mungkin tidak punya modal sama sekali.
Hal ini tentu akan membuat kondisi semakin sulit.
Kita tidak perlu harus membuat usaha
yang terlalu muluk-muluk. Cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus.
Caranya adalah mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita.
Berikut adalah cara sederhana yang
dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.
a.
Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku uang
mudah didapat, mudah di jangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan
lainnya yang dapat dimanfaatkan.
b.
Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha
yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita tidak memiliki kekurangan
tertentu.
c.
Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
d.
Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus
hidup yang pendek, dan tidak terukur.
Banyak cara untuk melihat peluang
yan terjadi di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama
itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan misalnya :
a.
Mengenali kebutuhan pasar
b.
Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran.
c.
Memadukan bisnis-bisnis yang ada.
d.
Mengenali kecendrungan(tren) yang terjadi.
e. Mewaspadai
segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni
dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
f.
Menggunakan asumsi-asumsi yang baru )tidak baku.
Beberapa langkah untuk mengenali dan
memilih peluang bisnis yang tepat antara lain :
1.
Tentukan tujuan besar yang hendak dicapai
2.
Buat daftar ide usaha
3.
Nilai kemampuan pribadi
4.
Pilih kriteria
5.
Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
6.
Nilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang melalui riset.
7.
Tetapkan pilihan.
Cara
Memulai Bisnis
Cara-cara yang dapat di lakukan oleh
seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukanya sendiri maupun
bersama teman-teman, adalah sebagai berikut :
1.
Memulai bisnis baru
Terdapat tiga bentuk usaha yang bisa
dirintis oleh anda :
a. Perusahaan
milik sendiri, yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan di kelola sendiri.
b. Persekutuan
(parthership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.
c. Perusahan
berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas
berdasarkan badan usaha dengan modal berupa saham.
2.
Membeli bisnis yang sudah ada
3.
Mengembangkan bisnis yang sudah ada
4.
Memilih usaha franchise
Dibawah ini kiat memilih bisnis
waralaba :
1.
Kumpulkan seluruh informasi mengenai bisnis waralaba yang ada saat ini.
2.
Pilihlah jenis usaha waralaba yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan
terbukti sukses dimana-mana.
3.
Sebaiknya memilih bisnis waralaba disesuaikan dengan kemampuan keuangan, minat,
dan bakat.
4.
Pastikan proses usaha waralaba tersebut dapat dialihkan dengan baik kepada
terwaralaba.
5.
Jangan cepat percaya dengan angka-angka keuangan yang disodorkan oleh
perwaralaba.
6.
Lakukan pengamatan dan penyelidikan di lapangan terhadap gerai-gerai yang akan
menjadi pilihan kita.
7.
Bagi para peminat waralaba yang bermodal terbatas, sekarang banyak waralaba
lokal yang masih berskala kecil atau bahkan belum menerapkan system waralaba.
8.
Bagi kita yang jeli dan memiliki naluri bisnis tajam, sebenarnya banyak potensi
usaha yang dapat dikembangkan secara waralaba.
Bidang
Usaha dan Jenis-Jenis Badan Usaha
Beberapa contoh bidang usaha yang
menjadi pilihan para pemula wirausahawan baru adalah :
1.
Usaha dibidang makanan atau kuliner.
2.
Usaha pakaian atau perhiasan.
3.
Usaha yang terkait dengan tempat tinggal.
4.
Usaha pendidikan
5.
Usaha yang terkait dengan rekreasi.
6.
Usaha pendukung atau usaha yang mempermudah orang lain menjalankan usaha.
Jenis usaha yang dapat dimasuki oleh
para wirausahawan :
1.
Pertanian
2.
Pertambangan
3.
Pabrikasi
4.
Konstruksi
5.
Perdagangan
6.
Jasa keungan
7.
Jasa perorangan
8.
Jasa pendidikan
9.
Jasa transportasi
10.
Jasa pariwisata
Beberapa pertimbangan yang harus
dilakukan sebelum mendirikan organisasi bisnis adalah :
1.
Kebutuhan modal
2.
Risiko
3.
Pengawasan
4.
Kemampuan manajerial
5.
Kebutuhan waktu
6.
Pajak
Di
bawah ini beberapa bentuk badan hukum usaha Indonesia dan beberapa pertimbangan
untuk dapat memilih salah satu diantaranya yang paling cepat :
1.
Perusahaan perseorangan
Adalah merupakan perusahaan yang
dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang saja. bentuk usaha ini
memiliki karakteristik tertentu, seperti modal yang kecil, jumlah tenaga kerja
yang sedikit, terbatasnya keanekaragaman produk dan jasa yang dihasilkan, dan
penggunaan teknologi yang masih sederhana.
2.
Persekutuan
Merupakan bentuk legal suatu bisnis
yang dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bisnis.
Pembentukan persekutuan ini biasanya berdasarkan kontrak tertulis atau
kesepakatan yang legal. Dalam persekutuan terdapat dua macam kategori, yaitu
sekutu umum dan sekutu terbatas.
a.
Sekutu umum : yaitu sekutu yang terlibat secara aktif dalam
pengelolaan usaha sehingga memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas
kewajiban usaha.
b.
Sekutu terbatas : yaitu pihak partner tidak terlibat secara aktif dalam
pengelolaan usaha.
Pesekutuan (firma) : merupakan persekutuan yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih dengan nama bersama untuk menjalankan satu bisnis. Pembentukan firma
mengakibatkan tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas.
Persekutuan
komanditer (CV) : merupakan suatu
persekutuan antara dua orang atau lebih yan memiliki tujuan bersama mendirikan
usaha. Keanggotaannya terbagi menjadi dua pihak yang memiliki tanggung jawab
berbeda karena tingkat keterlibatan dalam pengelolaan berbeda.
Persekutuan lainnya,
Usaha patungan (
join venture) : merupakan suatu kerja sama antara
perusahaan untuk saling memperkuat satu sama lain antara perusahaan yang
melakukan kerja sam tersebut.
Sindikat: merupaka kerja sama antara dua unit usaha untuk mencapai
tujuan tertentu secara spesifik.
Kartel: merupakan persekutuan perusahaan-perusahaan dibawah suatu
perjanjian untuk mencapai tujuan tertentu.
Holding company: terjadi apabila
suatu perusahaan dalam kondisi yang baik secara financial kemudian membeli
saham-saham dari perusahaan lain.
3.
Perseroan
Perseroan atau korporasi adalah
suatu organisasi bisnis yang berbentuk badan usaha hukum, dimana tanggung jawab
dan kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya.
4.
Koperasi
Koperasi merupakan organisasi
ekonomi rakyat yang berwatak social,beranggotakan orang-orang atau badan hukum,
sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan.
0 komentar:
Posting Komentar